PENELITIAN

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PENELITIAN

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

RENCANA OPERASIONAL PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN DAN HASI PERTANIAN 2023
RENCANA OPERASIONAL PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN DAN HASI PERTANIAN 2024
RENCANA OPERASIONAL PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN DAN HASI PERTANIAN 2025

Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi, menjalin kerja sama dengan Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini merupakan wujud sinergi antar perguruan tinggi dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat berbasis pemberdayaan desa.
Kegiatan kolaboratif ini dilaksanakan melalui program pendampingan pengolahan jamu bubuk pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Roay Lestari. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan produk herbal berbasis sumber daya lokal, sekaligus mendorong penerapan prinsip keamanan pangan, peningkatan mutu, serta perpanjangan umur simpan produk.
Melalui keterlibatan dosen dari kedua program studi, kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan aplikatif, mencakup penyampaian materi mengenai teknik pengolahan jamu bubuk, penerapan keamanan pangan, serta strategi peningkatan nilai tambah produk. Kegiatan ini juga menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat dalam kegiatan produksi sehari-hari.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi mitra masyarakat, tetapi juga memperkuat jejaring kelembagaan antar program studi serta menjadi dasar pengembangan kegiatan pengabdian dan kerja sama lanjutan yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang berkesinambungan, Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat. (Dokumen IA dan Laporan Kerja Sama)

Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi, menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dalam penyelenggaraan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Keamanan Pangan Batch 3 dan Batch 4. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam mendukung peningkatan pemahaman serta penerapan keamanan pangan bagi pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP).
BIMTEK Keamanan Pangan Batch 3 dilaksanakan pada 29 Juli 2025, sedangkan Batch 4 dilaksanakan pada 30 Juli 2025, bertempat di Hotel Santika Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini diikuti oleh pelaku usaha IRTP dari berbagai wilayah di Kota Tasikmalaya sebagai bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan mutu produk pangan olahan.
Dalam kerja sama ini, Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian berperan sebagai mitra akademik dengan keterlibatan dosen, Intan Nurcahya, S.P., M.P. sebagai narasumber yang menyampaikan materi Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP). Materi yang disampaikan meliputi pengenalan bahaya keamanan pangan, higiene personal, sanitasi fasilitas dan peralatan produksi, serta delapan kunci utama penerapan SSOP pada proses pengolahan pangan.
Pelaksanaan BIMTEK pada kedua batch menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang tercermin dari hasil evaluasi pre-test dan post-test. Hal ini menandakan bahwa kerja sama ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan pelaku IRTP dalam menerapkan prinsip keamanan pangan sesuai standar yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama berkelanjutan antara Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian dengan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dalam mendukung penguatan keamanan pangan, perlindungan konsumen, serta peningkatan daya saing produk pangan lokal. (Laporan Kerja Sama Bacth 3 dan Batch 4).

Potensi pangan lokal kembali menjadi sorotan utama dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi (Unsil). Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM), tim dosen sukses mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) “Teratai” di Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, dalam melakukan diversifikasi olahan berbasis Umbi Talas Pratama.
Kegiatan ini diketuai oleh Dr. D. Yadi Heryadi dengan melibatkan anggota dosen yang ahli di bidang teknologi pangan dan pertanian, yakni Tenten Tedjaningsih, Yogi Nirwanto, Intan Nurcahya (Dosen TPHP), dan Suci Apsari Pebrianti (Dosen TPHP). Serta melibatkan mahasiswa: Reisya Kamiliya Heryadi, Maria Ulfah, Maisa Shofwatunnisa, dan Salma Zahra Auliya.
Fokus utama dari pendampingan ini adalah memberikan nilai tambah (value added) pada komoditas Talas Pratama. Jika sebelumnya talas hanya dijual dalam bentuk umbi segar, melalui sentuhan teknologi pangan yang dibawa oleh para dosen, KWT Teratai kini mampu mengolahnya menjadi Tepung Talas Pratama.
Tepung ini kemudian dikembangkan lagi menjadi produk turunan yang lebih kekinian dan bernilai jual, yaitu Cilok Talas dan Crackers Talas. Ketua KWT Teratai, Ibu Cici, mengungkapkan bahwa penerapan teknologi ini sangat bermanfaat bagi kelompoknya. “Penerapan hasil luaran program ini telah diadaptasi dalam kegiatan usaha kelompok kami. Hal ini tidak hanya meningkatkan keterampilan anggota, tetapi juga memberikan diversifikasi produk yang nyata serta nilai tambah ekonomi,” ungkap Cici dalam keterangan resminya (10/02/2025).
Program yang didanai oleh LPPM Universitas Siliwangi tahun 2024 ini merupakan bentuk nyata sinergi antara dosen dan mahasiswa dalam mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Keterlibatan dosen Intan Nurcahya, S.P., M.P. dan Suci Apsari Pebrianti, S.T.P., M.Sc. dari Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) memastikan bahwa proses pengolahan pangan dilakukan sesuai prosedur yang baik untuk menghasilkan produk yang berkualitas, aman, dan layak pasar.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan Desa Gunajaya dapat menjadi sentra olahan Talas Pratama yang mampu mandiri secara ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan daerah. (Surat Keterangan)
Komitmen Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Universitas Siliwangi (Unsil) dalam meningkatkan standar keamanan pangan di Kota Tasikmalaya terus berlanjut. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, TPHP Unsil sukses menyelenggarakan rangkaian Bimbingan Teknis Keamanan Pangan yang berfokus pada Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP).
Kegiatan strategis ini tidak hanya dilakukan sekali, melainkan digelar dalam dua batch (gelombang) pelaksanaan untuk memastikan jangkauan edukasi yang lebih luas dan mendalam bagi para pelaku usaha.
Dalam rangkaian kegiatan ini, Ketua Jurusan TPHP Unsil, Intan Nurcahya, S.P., M.P., hadir secara langsung sebagai narasumber utama. Beliau memberikan pendampingan intensif mulai dari Batch 1 yang terlaksana pada bulan Februari 2025, hingga berlanjut ke Batch 2 pada bulan Mei 2025.
Konsistensi kehadiran akademisi Unsil dalam dua gelombang ini menunjukkan keseriusan prodi dalam mengawal implementasi keamanan pangan di lapangan.
Materi utama yang dibedah dalam kedua batch tersebut adalah penerapan Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP). Intan Nurcahya, S.P., M.P. menekankan bahwa SSOP merupakan pondasi dasar yang wajib dimiliki oleh setiap unit pengolahan pangan, baik skala industri rumah tangga maupun jasa boga.
“Penerapan prosedur sanitasi yang baku bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi merupakan jaminan moral produsen kepada konsumen bahwa makanan yang disajikan aman, higienis, dan bermutu,” ujar Intan dalam paparan materinya.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menyambut baik kolaborasi berkelanjutan ini. Sinergi antara Dinkes dan TPHP Unsil dinilai sangat efektif dalam membantu pemerintah daerah melakukan pembinaan dan pengawasan keamanan pangan.
Melalui terlaksananya dua batch bimbingan teknis ini, diharapkan para pelaku usaha di Kota Tasikmalaya memiliki standar kompetensi yang seragam dalam menjaga higiene sanitasi, sehingga mampu meningkatkan daya saing produk kuliner daerah serta menjamin kesehatan masyarakat luas. (Dokumen IA)

Keamanan pangan merupakan aspek vital dalam menjamin kesehatan masyarakat dan meningkatkan daya saing produk lokal. Sebagai wujud kontribusi akademisi terhadap permasalahan ini, Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi menjalin kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tasikmalaya.
Kolaborasi ini direalisasikan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang dilaksanakan pada hari Rabu, 20 November 2024, bertempat di Aula Rumah Makan Sambel Hejo.
Dalam kegiatan ini, dosen TPHP Unsil, Suci Apsari Pebrianti, S.T.P., M.Sc., hadir sebagai narasumber utama. Kehadiran beliau bertujuan untuk mentransfer pengetahuan akademis dan teknis kepada para praktisi di lapangan mengenai standar keamanan pangan yang berlaku saat ini.
Kegiatan ini diikuti oleh para Pelaku Usaha Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di wilayah Kota Tasikmalaya. Dalam paparan materinya, Ibu Suci Apsari Pebrianti menekankan pentingnya penerapan penanganan yang baik (Good Handling Practices) untuk menjaga mutu dan keamanan produk segar mulai dari pascapanen hingga sampai ke tangan konsumen.
Melalui bimbingan teknis ini, para pelaku usaha diharapkan memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai regulasi dan teknik menjaga keamanan PSAT.
Secara luas, kegiatan ini menargetkan terciptanya jaminan keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan yang beredar di Kota Tasikmalaya, sehingga masyarakat dapat mengonsumsi produk lokal dengan rasa aman dan nyaman.
Sinergi antara TPHP Unsil dan Pemerintah Kota Tasikmalaya ini menjadi bukti nyata peran aktif kampus dalam mendukung ketahanan pangan daerah melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat. (Dokumen IA)

Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi (Unsil) kembali mewujudkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi strategis dengan Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, TPHP Unsil sukses menyelenggarakan pendampingan dalam program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (KOSABANGSA).
Kegiatan yang berlangsung pada rentang bulan September hingga Desember 2024 ini mengusung tema inovasi pangan lokal, yakni “Pengolahan Sosis Bebek dan Pengemasannya”.
Program ini merupakan implementasi nyata dari Perjanjian Kerja Sama (Implementation of Agreement/IoA) antara kedua belah pihak (Dokumen IA). Sinergi ini menggabungkan keahlian dari dua disiplin ilmu: Prodi Peternakan Unper yang fokus pada hulu (budidaya ternak) dan TPHP Unsil yang fokus pada hilir (teknologi pengolahan pangan).
Kegiatan ini turut disahkan oleh Ketua Jurusan TPHP Unsil, Intan Nurcahya, S.P., M.P., Ketua Prodi Peternakan Unper, Nurul Frasiska, S.Pt., M.Si., serta diketahui oleh Dekan Fakultas Pertanian Unsil, Dr. Hj. Rina Nuryati, Ir., M.P..
Sasaran utama dari kegiatan pendampingan ini adalah Kelompok Ternak Bebek Mukti dan BUMDES Satria Mandala. Para peserta diberikan pelatihan intensif mengenai diversifikasi produk olahan daging bebek. Jika biasanya daging bebek hanya dijual segar atau digoreng, melalui pelatihan ini, warga diajarkan cara mengolahnya menjadi sosis yang higienis, lezat, dan tahan lama.
Selain teknik pengolahan, materi pendampingan juga mencakup aspek pengemasan (packaging). Hal ini krusial agar produk yang dihasilkan memiliki daya tarik jual dan mampu bersaing di pasaran.
Output utama dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah daging bebek. Lebih jauh lagi, program ini diharapkan dapat memberikan outcome berupa:
Antusiasme peserta dan proses pelatihan selengkapnya dapat disaksikan melalui video dokumentasi kegiatan pada tautan berikut: Tonton Video Kegiatan di YouTube
Kolaborasi antara TPHP Unsil dan Unper ini diharapkan dapat terus berlanjut, membawa inovasi teknologi pangan tepat guna yang bermanfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya.

Karya ini merupakan hasil sinergi pentahelix yang melibatkan unsur akademisi dari dua perguruan tinggi (Unsil dan Unisa Kuningan) serta praktisi pemerintahan (Dinas Ketahanan Pangan).
Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi kembali menunjukkan peran aktifnya dalam pengembangan keilmuan lintas institusi. Salah satu dosen TPHP Unsil, Suci Apsari Pebrianti, S.T.P., M.Sc., terlibat dalam kolaborasi strategis penulisan buku referensi berjudul “Potensi Komoditas Pangan Lokal di Kabupaten Kuningan”.
Keterlibatan dosen TPHP Unsil dalam penyusunan buku ini menjadi bukti komitmen prodi dalam memperluas jejaring kerjasama (networking) dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam proyek ini, Ibu Suci Apsari Pebrianti berkolaborasi dengan tim dosen dari Fakultas Teknik Universitas Islam Al-Ihya (Unisa) Kuningan serta pejabat dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kuningan.
Kolaborasi ini menghasilkan perpaduan perspektif yang komprehensif, menggabungkan tinjauan teknologi pangan, teknik mesin, serta kebijakan ketahanan pangan daerah.
Kehadiran buku ini diharapkan dapat memperkaya literatur di bidang teknologi pangan dan pertanian, khususnya terkait pemanfaatan sumber daya lokal. Bagi Prodi TPHP Unsil, kolaborasi ini menjadi langkah positif dalam membangun reputasi akademik di tingkat nasional serta membuka peluang kerja sama riset lanjutan di masa depan. Kegiatan kerja sama ini terangkum dalam Laporan kerja sama dan IA. Informasi lengkap mengenai buku ini dapat diakses melalui tautan berikut https://deepublishdigital.com/buku/743/potensi-komoditas-pangan-lokal-di-kabupaten-kuningan
| Kode BK | Bahan Kajian | Deskripsi | Capaian Pembelajaran Inti | |
|---|---|---|---|---|
| BK-1 | Kimia dan Analisis Pangan Hasil Pertanian | Struktur kimia, peranan dan sifat komponen pangan (air, karbohidrat, protein, minyak/lemak, komponen mikro (vitamin, mineral, komponen toksik dan komponen bioaktif, dan bahan tambahan pangan); perubahan kimia yang terjadi selama proses pengolahan, penyimpanan, penggunaan dan pengaruhnya terhadap karakteristik dan umur simpan produk; metode analisis proksimat komponen pangan (teori dan praktek), analisis komponen toksik termasuk residu pestisida, dan prinsip analisis instrumentasi (spektroskopi dan kromatografi) | 1.1 | Menjelaskan struktur kimia komponen pangan, fungsi, dan reaksi kimia utama yang melibatkannya, serta hubungannya dengan karakteristik bahan dan produk |
| 1.2 | Menerapkan prinsip kimia pangan dalam pengendalian reaksi kimia yang terjadi di dalam bahan pangan dan hasil pertanian | |||
| 1.3 | Menjelaskan reaksi kimia utama yang mempengaruhi kerusakan dan membatasi umur simpan bahan maupun produk pangan dan hasil pertanian | |||
| 1.4 | Menjelaskan prinsip teknik dan metode analisis kimia komponen pangan dan hasil pertanian | |||
| 1.5 | Terampil dalam melakukan teknik analisis kimia dasar dan kimia terapan pada bahan pangan dan hasil pertanian | |||
| 1.6 | Memilih teknik analisis kimia yang sesuai dengan karakteristik bahan dan kebutuhan tujuan analisis | |||
| BK-2 | Mikrobiologi Pangan dan Hasil Pertanian | Mikroorganisme yang menguntungkan, bersifat patogen dan pembusuk, faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pertumbuhannya, ketahanan hidupnya, serta pengendaliannya, metode analisis mikrobiologi secara kualitatif dan kuantitatif, termasuk metode analisis mikrobiologi secara cepat, dan proses fermentasi dalam pengawetan dan pengolahan pangan dan hasil pertanian (termasuk ingredien pangan) | 2.1 | Mengidentifikasi jenis mikroorganisme dalam pangan yang berguna, bersifat patogen dan menyebabkan pembusukan, serta kondisi pertumbuhannya |
| 2.2 | Menjelaskan pengaruh kondisi lingkungan (misal aktivitas air, pH, suhu, dan oksigen) terhadap kemampuan adaptasi, pertumbuhan dan inaktivasi mikroba | |||
| 2.3 | Menjelaskan kondisi yang sesuai untuk membunuh atau mengendalikan mikroba pembusuk dan patogen | |||
| 2.4 | Mengaplikasikan prinsip pengawetan dan pengolahan produk pangan dan hasil pertanian melalui proses fermentasi | |||
| 2.5 | Menerapkan metode analisis mikrobiologi untuk identifikasi mikroorganisme | |||
| 2.6 | Memilih metode analisis mikrobiologi yang sesuai untuk mengidentifikasi mikroba dalam produk pangan dan hasil pertanian | |||
| BK-3 | Keamanan Pangan dan Hasil Pertanian | Prinsip keamanan pangan, bahaya fisik, kimia dan mikrobiologi, serta cara pengendaliannya, praktek sanitasi dan higiene untuk pengendalian mikroba patogen dalam produksi pangan, teknik pengambilan contoh dalam rangka keamanan pangan, seta sistem keamanan pangan (Cara Produksi Pangan yang Baik dan HACCP) | 3.1 | Menjelaskan terjadinya kontaminasi pangan yang disebabkan oleh cemaran fisik, kimia dan biologi |
| 3.2 | Menjelaskan metode yang sesuai untuk mengendalikan bahaya fisik, kimia dan biologi | |||
| 3.3 | Menjelaskan metode yang sesuai untuk mengendalikan bahaya fisik, kimia dan biologi | |||
| 3.4 | Mengevaluasi kondisi yang sesuai (termasuk praktek sanitasi) untuk mengendalikan mikroba patogen dalam produksi pangan | |||
| 3.5 | Memilih teknik pengambilan contoh yang sesuai dengan kondisi lingkungan | |||
| 3.6 | Mengembangkan rencana sistem keamanan pangan dalam suatu proses produksi pangan | |||
| BK-4 | Rekayasa dan Proses Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian | Prinsip keteknikan pangan (proses transpor, aliran fluida, pindah panas dan pindah massa, termodinamika, prinsip kesetimbangan massa dan energi, proses pemisahan, modeling dan simulasi), prinsip proses pengolahan pangan dan hasil pertanian (unit operasi dan peralatan proses pengolahan), pengetahuan bahan baku dan pengaruhnya terhadap operasi pengolahan, rancangan pabrik pangan dan hasil pertanian (kontrol proses dan otomatisasi) dan utilitas (refrigerasi, uap, penanganan air dan limbah, dan kelistrikan) | 4.1 | Menjelaskan prinsip keteknikan pangan (pindah panas dan massa, aliran fluida, dan termodinamika) |
| 4.2 | Memformulasikan neraca massa dan energi dalam suatu proses produksi pangan dan hasil pertanian | |||
| 4.3 | Menjelaskan sumber dan keragaman bahan baku pangan dan pengaruhnya terhadap operasi pengolahan pangan dan hasil pertanian | |||
| 4.4 | Merancang proses produksi pada skala industri untuk menghasilkan produk pangan maupun non-pangn yang aman dan bermutu | |||
| 4.5 | Menggunakan unit operasi dan peralatan pengolahan pangan untuk memproduksi suatu produk pangan maupun non-pangan pada skala laboratorium/pilot plant | |||
| 4.6 | Menjelaskan pengaruh metode pengawetan dan pengolahan terhadap mutu produk pangan dan hasil pertanian | |||
| 4.7 | Memilih jenis kemasan pangan dan metode pengemasan yang sesuai dengan sifat pangan, kondisi proses dan penyimpanan | |||
| 4.8 | Menjelaskan prinsip dan praktek pembersihan dan sanitasi fasilitas pengolahan | |||
| 4.9 | Menjelaskan prinsip dan metode pengolahan air untuk pengolahan pangan dan hasil pertanian, serta penanganan limbah dari pengolahan pangan dan hasil pertanian | |||
| BK-5 | Biokimia Pangan, Gizi dan Kesehatan | Prinsip biokimia (konsep dasar hubungan struktur & fungsi biokimia, reaktivitas, dan termodinamika), prinsip dasar nilai gizi pangan & metabolisme zat gizi penting (komponen zat gizi dan komponen bioaktif yang diperlukan manusia, sistem pencernaan, penyerapan, metabolisme, interaksi dan fungsi zat gizi, kebutuhan nutrisi dan energi, dan kekurangan zat gizi), konsep dasar gizi dan hubungan antara konsumsi pangan dan status gizi, peran zat gizi dan senyawa bioaktif, dan efek konsumsi pangan terhadap kesehatan, fungsionalitas komponen pangan dan teknik laboratorium yang umum digunakan dalam biokimia terapan dan uji biologis, dan pengaruh pengolahan dan penyimpanan terhadap perubahan zat gizi | 5.1 | Menjelaskan proses biokimia, konsep dasar ilmu gizi dan hubungan antara konsumsi pangan dengan status gizi |
| 5.2 | Menghubungkan fungsi pangan (zat gizi dan komponen bioaktif) terhadap kesehatan manusia (kelebihan atau kekurangan gizi) | |||
| 5.3 | Menjelaskan peranan biologis pangan (zat gizi dan komponen bioaktif), dan pengaruh positif dan negatif dari mengkonsumsi pangan dalam bentuk alami dan olahan terhadap kesehatan | |||
| 5.4 | Menjelaskan perubahan zat gizi selama pengolahan dan penyimpanan | |||
| 5.5 | Mengaplikasikan teknik laboratorium dasar dalam analisis biokimia dan nilai biologis komponen pangan | |||
| BK-6 | Ilmu pangan hasil pertanian terapan | Ilmu Sensori Dasar fisiologis dan psikologi dalam uji sensori, metode uji sensori untuk menilai sifat sensoris pangan, dan rancangan percobaan dan metode statistika dalam uji sensori. | 6.1.1 | Menjelaskan dasar fisiologi dan psikologi dari uji sensori. |
| 6.1.2 | Menerapkan rancangan percobaan dan metode statistika untuk diaplikasikan dalam uji sensori. | |||
| 6.1.3 | Memilih metode uji sensori yang sesuai untuk menyelesaikan permasalahan yang terkait produk pangan | |||
| Manajemen Jaminan Mutu Pangan dan Hasil Pertanian Prinsip jaminan dan pengendalian mutu pangan, sistem jaminan mutu pangan, sistem jaminan halal, dan penerapannya di industri pangan dan hasil pertanian | 6.2.1 | Menjelaskan terminologi mutu, jaminan dan pengendalian mutu pangan dan hasil pertanian | ||
| 6.2.2 | Menerapkan prinsip jaminan dan pengendalian mutu di industri pangan dan hasil pertanian | |||
| 6.2.3 | Menerapkan standar dan spesifikasi produk pangan tertentu | |||
| 6.2.4 | Mengevaluasi penerapan sistem pengendalian mutu pangan (misal: Statistical process control) | |||
| Peraturan dan Legislasi Pangan dan Hasil Pertanian Peraturan yang terkait dengan proses produksi dan pemasaran produk pangan (ketahanan dan keamanan pangan, sistem manajemen pengawasan pangan nasional, pelabelan pangan, produksi pangan halal, bahan tambahan pangan dan kontaminan pangan, dan peraturan teknis lainnya), mekanisme perumusan peraturan nasional, dan pengenalan Codex Alimentarius Commission dan peranannya | 6.3.1 | Mendeskripsikan kerangka kerja peraturan pemerintah yang diperlukan dalam produksi dan pemasaran produk pangan dan hasil pertanian | ||
| 6.3.2 | Mendeskripsikan proses perumusan kebijakan dan peraturan di bidang pangan dan hasil pertanian | |||
| 6.3.3 | Menerapkan peraturan dan regulasi pangan yang berlaku sesuai dengan konteksnya | |||
| 6.3.4 | Menganalisis kasus tertentu dan menghubungkannya dengan peraturan dan regulasi pangan dan hasil pertanian yang berlaku | |||
| Data dan Analisis Statistika Pengumpulan, analisis, interpretasi, dan penyajian data | 6.4.1 | Menggunakan prinsip analisis statistika dalam bidang ilmu pangan dan hasil pertanian | ||
| 6.4.2 | Mengumpulkan data secara benar dan analisisnya | |||
| 6.4.3 | Mengolah dan menyajikan data secara visual | |||
| BK-7 | Kecakapan hidup, etika dan profesionalisme | Komunikasi Lisan dan Tulisan Teknik komunikasi untuk menyampaikan gagasan yang bersifat teknis dan non-teknis pada forum ilmiah secara tertulis, lisan dan secara visual | 7.1.1 | Menulis makalah teknis yang sesuai dengan konteks masalah yang dikaji |
| 7.1.2 | Mendemonstrasikan presentasi lisan pada forum ilmiah | |||
| 7.1.3 | Menyiapkan bahan informasi visual yang terkait dengan ilmu pangan untuk audien yang beragam | |||
| Berfikir Kritis dan Penyelesaian Masalah Penalaran ilmiah dan penyelesaian masalah yang terkait aspek teknis untuk melatih daya analitis dan krittis dan kemampuan membuat keputusan | 7.2.1 | Memanfaatkan sumber informasi dan bukti ilmiah | ||
| 7.2.2 | Menerapkan kemampuan berfikir kritis dan analitis untuk menyelesaikan masalah dan pengambilan keputusan | |||
| 7.2.3 | Menerapkan prinsip ilmu pangan dalam masalah praktis dan situasi nyata yang dihadapi | |||
| 7.2.4 | Memilih teknik analisis yang sesuai ketika dihadapkan pada masalah praktis/nyata | |||
| 7.2.5 | Mengevaluasi bukti ilmiah dan mengolahnya menjadi informasi untuk membuat kesimpulan atau keputusan | |||
| Profesionalisme dan Kepemimpinan Organisasi dan manajemen proyek; keterampilan yang diperlukan untuk bekerja dalam tim, berinteraksi dengan individu dari berbagai latar belakang dan memimpin dalam kelompok, kemampuan dalam pengelolaan waktu dan bekerja dalam tekanan, etika profesi di bidang pangan | 7.3.1 | Mendemonstrasikan kemampuan bekerja secara mandiri dan dalam tim, serta memimpin dalam kelompok | ||
| 7.3.2 | Melaksanakan tugas/proyek dengan pengelolaan waktu yang baik untuk mencapai tujuan/target yang ditetapkan | |||
| 7.3.3 | Menunjukkan kemampuan sosial dan kultural dalam masyarakat yang beragam | |||
| 7.3.4 | Mendeskripsikan contoh yang terkait profesionalisme dan etika dalam bidang ilmu pangan dan hasil pertanian | |||
| BK-8 | Nasionalisme dan Pertanian | Pemahaman dan penerapan semangat nasionalisme dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam konteks kebangsaan dan kenegaraan. Dalam ranah pertanian, nasionalisme dimaknai sebagai upaya menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan, mandiri, dan berdaya saing. Kajian ini juga menekankan pentingnya kemandirian dan ketahanan pangan nasional, serta penguatan pertanian lokal sebagai bagian dari identitas dan jati diri bangsa. | 8.1 | Menunjukkan kemampuan bahasa, literasi, dan teknologi untuk membangun pemahaman yang holistik mengenai isu-isu nasionalisme dan pertanian |
| 8.2 | Memahami konsep nasionalisme dan membedakan berbagai jenis nasionalisme (politik, ekonomi, budaya, serta nasionalisme agama) | |||
| 8.3 | Menganalisis dampak praktik pertanian terhadap ekosistem dan bagaimana mengurangi dampak negatif melalui pendekatan pertanian yang lebih hijau dan efisien | |||
| 8.4 | Menerapkan prinsip dan praktik dasar budidaya tanaman | |||
| 8.5 | Mengidentifikasi peluang usaha hasil pertanian dan memahami dasar-dasar kewirausahaan serta pengelolaan usaha, sumber daya dan organisasi secara efektif | |||
| No | Capaian Pembelajaran Lulusan |
|---|---|
| Sikap | |
| CPL1 | Menunjukkan sikap bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi dan menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademika, menjadi warga negara yang baik, bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri serta unggul dalam aspek softskill, semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan pada perannya di kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. |
| Keterampilan Umum | |
| CPL 2 | Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain atau kritik seni, menyusun deskripsi saintifik hasil kajiannya dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi. |
| CPL3 | Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan hasil analisis informasi dan data secara mandiri, bermutu, dan terukur. |
| CPL4 | Mampu berkomunikasi secara lisan dan tulisan yang terkait dengan aspek teknis dan non-teknis dan mampu bekerja dalam tim, berinteraksi dengan orang lain yang berbeda latar belakang, terampil dalam berorganisasi dan memimpin, menyelesaikan masalah secara profesional sesuai dengan lingkup pekerjaannya, serta beradaptasi terhadap situasi perubahan yang dihadapi. |
| Pengetahuan | |
| CPL5 | Mampu menguasai prinsip ilmu teknologi pangan dan hasil pertanian berbasis potensi unggul lokal. |
| Keterampilan Khusus | |
| CPL6 | Mampu merancang penerapan prinsip ilmu teknologi pangan dan hasil pertanian secara terpadu dalam proses produksi untuk menghasilkan produk pangan maupun nonpangan berbasis komoditas unggul lokal yang aman dan bermutu. |
J792+XG3, Mugarsari, Kec. Tamansari, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat 46196
Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi
Jl. Mugarsari, Tamansari, Kota Tasikmalaya
+62 265 330634 | [email protected]

| Profil Lulusan | Deskripsi Profil Lulusan | Indikator |
|---|---|---|
| Tenaga profesional di industri pangan dan hasil pertanian | Lulusan memiliki kompetensi dalam memanfaatkan dan mengaplikasikan ilmu teknologi pangan dan hasil pertanian untuk menyelesaikan masalah di bidang teknologi pangan dan hasil pertanian (pangan dan nonpangan) | Menyelesaikan masalah dan mengembangkan inovasi di tempat kerja sesuai dengan keahliannya |
| Berprestasi di lingkungan pekerjaan ditunjukkan dengan perolehan promosi jabatan dan pengakuan dari rekan maupun atasan di tempat kerja | ||
| Agropreneur dan Food Entrepreneur | Lulusan memiliki kompetensi berwirausaha dalam bidang teknologi pangan dan hasil pertanian (pangan dan nonpangan). | Membuka dan mengembangkan lapangan kerja |
| Dapat menjadi penggerak ataupun memberdayakan masyarakat sekitar lingkungan usaha | ||
| Birokrat | Lulusan memiliki kompetensi dalam merencanakan, menyusun kebijakan, melakukan pengawasan dan evaluasi, serta mampu melakukan pembinaan/penyuluhan di bidang teknologi pangan dan hasil pertanian (pangan dan nonpangan). | Merencanakan, menjalankan dan memastikan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam sektor teknologi pangan dan hasil pertanian dijalankan dengan efektif dan efisien |
| Menjadi narasumber dalam forum-forum ilmiah di tingkat lokal ataupun nasional | ||
| Akademisi dan Trainer | Lulusan memiliki kompetensi dalam mengembangkan penelitian inovatif atau memberikan pelatihan di bidang teknologi pangan dan hasil pertanian (pangan dan nonpangan). | Mengembangkan hasil-hasil inovasi penelitian dalam bidang teknologi pangan dan hasil pertanian ditunjukkan dengan publikasi karya ilmiah |
| Melanjutkan studi lanjut jenjang magister bidang teknologi pangan dan hasil pertanian atau bidang sejenis yang berkaitan | ||
| Menjadi narasumber atau trainer dalam forum-forum di bidang teknologi pangan dan hasil pertanian | ||
| Konsultan | Lulusan memiliki kompetensi dalam mengkomunikasikan dan memberikan rekomendasi terkait solusi pemecahan masalah di bidang teknologi pangan dan hasil pertanian (pangan dan nonpangan). | Terlibat dalam konsultasi dan bimbingan kepada klien individu ataupun organisasi sesuai bidang keahliannya |
| Terlibat dalam kegiatan ataupun proyek tertentu sesuai keahlian yang dimiliki |

Ajang Mandalika Essay Competition 5 menjadi momentum pencapaian mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi, yang berhasil meraih Gold Medal Essay Competition sekaligus Poster Terfavorit pada kegiatan yang berlangsung di Lombok, 21–23 September 2024.
Pada kegiatan tersebut, presentasi essay dan poster diwakili oleh Maisa Shofwatunnisa (NPM 235021006), mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi, angkatan 2023. Maisa tampil sebagai salah satu anggota tim mahasiswa yang berhasil menunjukkan gagasan inovatif dan kemampuan presentasi yang unggul di hadapan dewan juri.
Keberhasilan meraih Gold Medal dan Poster Terfavorit ini menjadi bukti kompetensi mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian dalam mengembangkan ide ilmiah yang aplikatif, kreatif, dan relevan dengan isu pembangunan pangan dan pertanian berkelanjutan.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi, berinovasi, serta aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi ilmiah lainnya.

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian. Muhamad Bahrul Hikam, mahasiswa angkatan 2024, berhasil meraih Medali Emas Bidang Biologi jenjang Perguruan Tinggi pada ajang Olimpiade Sains Tingkat Nasional (OLINDO) yang diselenggarakan pada 22–23 Oktober 2024.
Capaian ini mencerminkan kemampuan akademik, ketekunan, serta penguasaan sains dasar yang kuat sebagai fondasi pengembangan ilmu pangan dan hasil pertanian. Keberhasilan tersebut juga menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian mampu berkompetisi dan berprestasi di tingkat nasional.
Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih dan berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, berprestasi, serta berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian kembali menunjukkan kualitas akademiknya melalui keberhasilan Deni Syarip Hidayat, mahasiswa angkatan 2024, yang meraih Medali Emas Bidang Kimia pada ajang Festival Olimpiade Sains Nasional Awal Tahun (OSN-AT) 2025 yang diselenggarakan pada 5 Januari 2025.
Capaian ini menjadi pembuka awal tahun yang sangat membanggakan serta mencerminkan kompetensi akademik, semangat belajar, dan dedikasi mahasiswa dalam bidang sains yang menjadi dasar penting dalam pengembangan ilmu teknologi pangan dan hasil pertanian.
Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas prestasi yang diraih. Diharapkan capaian ini dapat menjadi pemantik lahirnya prestasi-prestasi unggul lainnya serta memotivasi seluruh mahasiswa untuk terus berprestasi dan berkarya

Kabar baik datang dari Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, di mana tim mahasiswa Universitas Siliwangi berhasil meraih Bronze Medal serta penghargaan Favorite Poster pada ajang Pekan Essay Nasional (PENA) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Mataram, Lombok, pada 30–31 Agustus 2025.
Pada ajang ini, tim mengangkat karya inovatif berjudul “Bakbogi, Inovasi Bakso Sayur Berbasis Tepung Bonggol Pisang Kepok sebagai Pangan Fungsional.” Karya tersebut dinilai mampu menghadirkan solusi kreatif berbasis pemanfaatan sumber daya lokal, sekaligus mendukung pengembangan pangan fungsional yang bernilai gizi dan berkelanjutan.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, kolaborasi tim, serta dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi. Prestasi ini juga menunjukkan komitmen mahasiswa Universitas Siliwangi dalam mengembangkan ide-ide inovatif yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat.
Capaian ini diharapkan menjadi awal dari lahirnya prestasi-prestasi berikutnya serta dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama universitas di tingkat nasional.

Kolaborasi lintas program studi membuahkan hasil melalui keberhasilan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP). Maisa Shofwatunnisa, mahasiswi TPHP angkatan 2023, bersama Siti Berliantika IKS, mahasiswi Program Studi Biologi angkatan 2024, berhasil meraih Juara 2 (Second Winner) pada ajang Essay Competition Nutrifest 2025.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi Universitas Diponegoro pada 20–21 September 2025. Dalam ajang tersebut, tim mengangkat karya berjudul “Sinergi Senyawa Bioaktif dan Probiotik dalam Whey Kefir Honje sebagai Pangan Fungsional Antidiabetik.”
Karya ini dinilai mampu menghadirkan gagasan inovatif melalui pendekatan ilmiah berbasis pangan fungsional, sekaligus menunjukkan kuatnya potensi kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat, khususnya terkait pencegahan dan pengelolaan diabetes.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkolaborasi dan berkontribusi dalam pengembangan inovasi pangan yang aplikatif dan berdaya guna. Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkarya di tingkat nasional.

Program Studi Teknologi Pangan kembali mencatatkan capaian positif melalui keberhasilan tim mahasiswa yang meraih Bronze 2 (peringkat 5 dari 10 finalis) pada kategori Pangan dalam ajang Nusantara Writing Festival (NWF) 4. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Dhyana Pura bekerja sama dengan Lembaga Setara Prisma Nusantara pada 4 November 2025, bertempat di Kuta Utara, Bali.
Prestasi tersebut diraih melalui karya berjudul “MOOBI: Inovasi Kulit Mochi Kaya Antioksidan dari Bekatul dengan Isian Umbi Lokal sebagai Pangan Berkelanjutan.” Karya ini mengangkat pemanfaatan bahan lokal dan hasil samping pertanian sebagai alternatif pangan inovatif yang bernilai gizi serta mendukung konsep keberlanjutan.
Tim mahasiswa yang mengusung karya tersebut terdiri atas:
Capaian ini menunjukkan bahwa kreativitas, dedikasi, dan inovasi mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan mampu menghasilkan karya yang kompetitif dan diapresiasi di tingkat nasional. Program Studi Teknologi Pangan memberikan apresiasi atas pencapaian ini serta berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan pangan berkelanjutan.

Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Pertanian kembali menunjukkan kapasitas akademik dan kreativitasnya melalui capaian yang diraih pada Siliwangi Festival 2025. Maisa Shofwatunnisa (NPM 235021006) berhasil meraih Juara 1 Lomba Essay Siliwangi Festival 2025.
Lomba tersebut dilaksanakan pada 21 Oktober 2025, dengan pengumuman pemenang pada 29 November 2025. Dalam kompetisi ini, Maisa mengusung karya berjudul “Digitalisasi Rasa Lokal dalam Whey Kefir Honje: Tradisi dan Inovasi Ekonomi Nusantara.”
Melalui karya tersebut, Maisa mampu menampilkan gagasan yang memadukan kearifan lokal, inovasi pangan, serta perspektif ekonomi kreatif berbasis digital. Kreativitas, kedalaman analisis, dan inovasi yang ditawarkan menjadi faktor utama keberhasilan dalam meraih posisi juara pertama.
Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas prestasi yang diraih. Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan dampak positif bagi pengembangan ilmu pangan dan ekonomi berbasis potensi lokal.

Inovasi “ECORIND MELOMAGIC” Mahasiswa TPHP Unsil Sabet Bronze Medal di LETIN 7 Universitas Janabadra
15 Februari 2026 – Siapa sangka limbah kulit semangka bisa bertransformasi menjadi minuman hidrasi futuristik yang interaktif? Di tangan kreatif empat mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi, ide ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi berhasil menyabet Bronze Medal (Peringkat 4 Nasional) pada ajang Lomba Essay Tingkat Nasional 7 (LETIN 7) di Universitas Janabadra, 14–15 Februari 2026 lalu.
Inovasi bertajuk ECORIND MELOMAGIC ini sukses mencuri perhatian dewan juri karena menggabungkan konsep zero-waste dengan teknologi pangan rendah glikemik. Tim yang digawangi oleh Rizki Ramdani (Ketua), Bunga Azahra, Hasna Nadia Salsabila, dan Nuraini Novia Ramadhani berhasil membuktikan bahwa solusi lingkungan bisa dikemas secara sains dan estetis.
Melalui riset ini, tim TPHP Unsil menawarkan terobosan minuman hidrasi yang memanfaatkan kulit semangka—bagian buah yang sering kali terbuang—sebagai sumber serat. Keunggulan utama produk ini meliputi: Indeks Glikemik Rendah: Aman dikonsumsi sebagai minuman hidrasi harian. Visual pH-Interaktif: Memberikan pengalaman sensoris unik berupa perubahan warna yang responsif terhadap tingkat keasaman (pH). Prinsip Keberlanjutan: Mendukung gerakan circular economy di sektor pertanian dengan meminimalisir limbah hasil olahan buah.
Kompetisi Ketat di Yogyakarta
Perjalanan menuju podium tidaklah mudah. Selama dua hari pelaksanaan, tim TPHP Unsil harus bersaing ketat dengan 10 finalis terbaik dari berbagai perguruan tinggi nasional. Presentasi yang lugas dan kemampuan mempertahankan argumen ilmiah menjadi kunci keberhasilan Rizki dan tim dalam mengamankan posisi 4 besar.