Kegiatan Kerja Sama

Angkat Potensi Lokal Desa Gunajaya, Tim Dosen FP Unsil Dampingi KWT Teratai Olah Talas Pratama Jadi Crackers dan Cilok

Potensi pangan lokal kembali menjadi sorotan utama dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi (Unsil). Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM), tim dosen sukses mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) “Teratai” di Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, dalam melakukan diversifikasi olahan berbasis Umbi Talas Pratama.
Kegiatan ini diketuai oleh Dr. D. Yadi Heryadi dengan melibatkan anggota dosen yang ahli di bidang teknologi pangan dan pertanian, yakni Tenten Tedjaningsih, Yogi Nirwanto, Intan Nurcahya (Dosen TPHP), dan Suci Apsari Pebrianti (Dosen TPHP). Serta melibatkan mahasiswa: Reisya Kamiliya Heryadi, Maria Ulfah, Maisa Shofwatunnisa, dan Salma Zahra Auliya.
Fokus utama dari pendampingan ini adalah memberikan nilai tambah (value added) pada komoditas Talas Pratama. Jika sebelumnya talas hanya dijual dalam bentuk umbi segar, melalui sentuhan teknologi pangan yang dibawa oleh para dosen, KWT Teratai kini mampu mengolahnya menjadi Tepung Talas Pratama.
Tepung ini kemudian dikembangkan lagi menjadi produk turunan yang lebih kekinian dan bernilai jual, yaitu Cilok Talas dan Crackers Talas. Ketua KWT Teratai, Ibu Cici, mengungkapkan bahwa penerapan teknologi ini sangat bermanfaat bagi kelompoknya. “Penerapan hasil luaran program ini telah diadaptasi dalam kegiatan usaha kelompok kami. Hal ini tidak hanya meningkatkan keterampilan anggota, tetapi juga memberikan diversifikasi produk yang nyata serta nilai tambah ekonomi,” ungkap Cici dalam keterangan resminya (10/02/2025).
Program yang didanai oleh LPPM Universitas Siliwangi tahun 2024 ini merupakan bentuk nyata sinergi antara dosen dan mahasiswa dalam mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Keterlibatan dosen Intan Nurcahya, S.P., M.P. dan Suci Apsari Pebrianti, S.T.P., M.Sc. dari Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) memastikan bahwa proses pengolahan pangan dilakukan sesuai prosedur yang baik untuk menghasilkan produk yang berkualitas, aman, dan layak pasar.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan Desa Gunajaya dapat menjadi sentra olahan Talas Pratama yang mampu mandiri secara ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan daerah. (Surat Keterangan)

Bimbingan Teknis Keamanan Pangan Batch 1 dan Batch 2 Tentang Sanitation Standard Operating Procedure

Kawal Keamanan Pangan Berkelanjutan, Ketua Jurusan TPHP Unsil Tuntaskan Bimtek SSOP Dua Batch Bersama Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya

Komitmen Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Universitas Siliwangi (Unsil) dalam meningkatkan standar keamanan pangan di Kota Tasikmalaya terus berlanjut. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, TPHP Unsil sukses menyelenggarakan rangkaian Bimbingan Teknis Keamanan Pangan yang berfokus pada Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP).

Kegiatan strategis ini tidak hanya dilakukan sekali, melainkan digelar dalam dua batch (gelombang) pelaksanaan untuk memastikan jangkauan edukasi yang lebih luas dan mendalam bagi para pelaku usaha.

Dalam rangkaian kegiatan ini, Ketua Jurusan TPHP Unsil, Intan Nurcahya, S.P., M.P., hadir secara langsung sebagai narasumber utama. Beliau memberikan pendampingan intensif mulai dari Batch 1 yang terlaksana pada bulan Februari 2025, hingga berlanjut ke Batch 2 pada bulan Mei 2025.

Konsistensi kehadiran akademisi Unsil dalam dua gelombang ini menunjukkan keseriusan prodi dalam mengawal implementasi keamanan pangan di lapangan.

Materi utama yang dibedah dalam kedua batch tersebut adalah penerapan Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP). Intan Nurcahya, S.P., M.P. menekankan bahwa SSOP merupakan pondasi dasar yang wajib dimiliki oleh setiap unit pengolahan pangan, baik skala industri rumah tangga maupun jasa boga.

“Penerapan prosedur sanitasi yang baku bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi merupakan jaminan moral produsen kepada konsumen bahwa makanan yang disajikan aman, higienis, dan bermutu,” ujar Intan dalam paparan materinya.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menyambut baik kolaborasi berkelanjutan ini. Sinergi antara Dinkes dan TPHP Unsil dinilai sangat efektif dalam membantu pemerintah daerah melakukan pembinaan dan pengawasan keamanan pangan.

Melalui terlaksananya dua batch bimbingan teknis ini, diharapkan para pelaku usaha di Kota Tasikmalaya memiliki standar kompetensi yang seragam dalam menjaga higiene sanitasi, sehingga mampu meningkatkan daya saing produk kuliner daerah serta menjamin kesehatan masyarakat luas. (Dokumen IA)

Bimbingan Teknis Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan

Keamanan pangan merupakan aspek vital dalam menjamin kesehatan masyarakat dan meningkatkan daya saing produk lokal. Sebagai wujud kontribusi akademisi terhadap permasalahan ini, Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi menjalin kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tasikmalaya.

Kolaborasi ini direalisasikan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang dilaksanakan pada hari Rabu, 20 November 2024, bertempat di Aula Rumah Makan Sambel Hejo.

Dalam kegiatan ini, dosen TPHP Unsil, Suci Apsari Pebrianti, S.T.P., M.Sc., hadir sebagai narasumber utama. Kehadiran beliau bertujuan untuk mentransfer pengetahuan akademis dan teknis kepada para praktisi di lapangan mengenai standar keamanan pangan yang berlaku saat ini.

Kegiatan ini diikuti oleh para Pelaku Usaha Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di wilayah Kota Tasikmalaya. Dalam paparan materinya, Ibu Suci Apsari Pebrianti menekankan pentingnya penerapan penanganan yang baik (Good Handling Practices) untuk menjaga mutu dan keamanan produk segar mulai dari pascapanen hingga sampai ke tangan konsumen.

Melalui bimbingan teknis ini, para pelaku usaha diharapkan memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai regulasi dan teknik menjaga keamanan PSAT.

Secara luas, kegiatan ini menargetkan terciptanya jaminan keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan yang beredar di Kota Tasikmalaya, sehingga masyarakat dapat mengonsumsi produk lokal dengan rasa aman dan nyaman.

Sinergi antara TPHP Unsil dan Pemerintah Kota Tasikmalaya ini menjadi bukti nyata peran aktif kampus dalam mendukung ketahanan pangan daerah melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat. (Dokumen IA)

Pendampingan Kegiatan Pengabdian, Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat) dalam Pengolahan Sosis Bebek

Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi (Unsil) kembali mewujudkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi strategis dengan Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, TPHP Unsil sukses menyelenggarakan pendampingan dalam program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (KOSABANGSA).

Kegiatan yang berlangsung pada rentang bulan September hingga Desember 2024 ini mengusung tema inovasi pangan lokal, yakni “Pengolahan Sosis Bebek dan Pengemasannya”.

Program ini merupakan implementasi nyata dari Perjanjian Kerja Sama (Implementation of Agreement/IoA) antara kedua belah pihak (Dokumen IA). Sinergi ini menggabungkan keahlian dari dua disiplin ilmu: Prodi Peternakan Unper yang fokus pada hulu (budidaya ternak) dan TPHP Unsil yang fokus pada hilir (teknologi pengolahan pangan).

Kegiatan ini turut disahkan oleh Ketua Jurusan TPHP Unsil, Intan Nurcahya, S.P., M.P., Ketua Prodi Peternakan Unper, Nurul Frasiska, S.Pt., M.Si., serta diketahui oleh Dekan Fakultas Pertanian Unsil, Dr. Hj. Rina Nuryati, Ir., M.P..

Sasaran utama dari kegiatan pendampingan ini adalah Kelompok Ternak Bebek Mukti dan BUMDES Satria Mandala. Para peserta diberikan pelatihan intensif mengenai diversifikasi produk olahan daging bebek. Jika biasanya daging bebek hanya dijual segar atau digoreng, melalui pelatihan ini, warga diajarkan cara mengolahnya menjadi sosis yang higienis, lezat, dan tahan lama.

Selain teknik pengolahan, materi pendampingan juga mencakup aspek pengemasan (packaging). Hal ini krusial agar produk yang dihasilkan memiliki daya tarik jual dan mampu bersaing di pasaran.

Output utama dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah daging bebek. Lebih jauh lagi, program ini diharapkan dapat memberikan outcome berupa:

  • Terwujudnya kemandirian ekonomi bagi kelompok ternak dan BUMDES.
  • Dukungan terhadap ketahanan pangan lokal melalui diversifikasi produk protein hewani.

Antusiasme peserta dan proses pelatihan selengkapnya dapat disaksikan melalui video dokumentasi kegiatan pada tautan berikut: Tonton Video Kegiatan di YouTube

Kolaborasi antara TPHP Unsil dan Unper ini diharapkan dapat terus berlanjut, membawa inovasi teknologi pangan tepat guna yang bermanfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya.

Kolaborasi penulisan dan publikasi karya ilmiah buku referensi

Karya ini merupakan hasil sinergi pentahelix yang melibatkan unsur akademisi dari dua perguruan tinggi (Unsil dan Unisa Kuningan) serta praktisi pemerintahan (Dinas Ketahanan Pangan).

Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi kembali menunjukkan peran aktifnya dalam pengembangan keilmuan lintas institusi. Salah satu dosen TPHP Unsil, Suci Apsari Pebrianti, S.T.P., M.Sc., terlibat dalam kolaborasi strategis penulisan buku referensi berjudul “Potensi Komoditas Pangan Lokal di Kabupaten Kuningan”.

Keterlibatan dosen TPHP Unsil dalam penyusunan buku ini menjadi bukti komitmen prodi dalam memperluas jejaring kerjasama (networking) dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam proyek ini, Ibu Suci Apsari Pebrianti berkolaborasi dengan tim dosen dari Fakultas Teknik Universitas Islam Al-Ihya (Unisa) Kuningan serta pejabat dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kuningan.

Kolaborasi ini menghasilkan perpaduan perspektif yang komprehensif, menggabungkan tinjauan teknologi pangan, teknik mesin, serta kebijakan ketahanan pangan daerah.

Kehadiran buku ini diharapkan dapat memperkaya literatur di bidang teknologi pangan dan pertanian, khususnya terkait pemanfaatan sumber daya lokal. Bagi Prodi TPHP Unsil, kolaborasi ini menjadi langkah positif dalam membangun reputasi akademik di tingkat nasional serta membuka peluang kerja sama riset lanjutan di masa depan. Kegiatan kerja sama ini terangkum dalam Laporan kerja sama dan IA. Informasi lengkap mengenai buku ini dapat diakses melalui tautan berikut https://deepublishdigital.com/buku/743/potensi-komoditas-pangan-lokal-di-kabupaten-kuningan